WhatsApp Icon

Sedekah Dengan Harta Yang Paling Di Cinta

27/01/2026  |  Penulis: Dr. Nurbani Yusuf, M.Si.

Bagikan:URL telah tercopy
Sedekah Dengan Harta Yang Paling Di Cinta

Sedekah Dengan Harta Yang Paling Di Cinta

SEDEKAH DENGAN HARTA YANG PALING DICINTAI

Sungguh harta yang paling aku cintai adalah tanah yang sekarang ditempati masjid Padhang Makhsyar.

Saya beli dengan susah payah karena berebut dengan orang kaya di desa bahkan ada tawaran dari pendatang Jakarta dan Surabaya. Saya beli dengan harga yang mahal dari ukuran saat itu demi mendapatkan.

Awalnya saya berniat bikin rumah dan usaha karena tempatnya di pinggir jalan strategis. Inilah harta yang paling aku cintai. Aku bangun masjid juga dengan susah payah, bahkan fitnah dan sikap kurang terpuji saya dapatkan dari temen seiring. Dan aku hibahkan untuk Muhammadiyah.

^^^^

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu adalah orang Anshar yang memiliki banyak harta di kota Madinah berupa kebun kurma.

Ada kebun kurma yang paling ia cintai yang bernama Bairaha’.

Kebun itu berada di depan masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memasukinya dan minum dari air yang begitu enak di dalamnya.”

Anas berkata, “Ketika turun ayat,

???? ????????? ???????? ?????? ?????????? ?????? ??????????

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92)

Lalu Abu Thalhah berdiri menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia menyatakan, “Wahai, Rasulullah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92)

Sungguh harta yang paling aku cintai adalah kebun Bairaha’. Sungguh aku wakafkan kebun itu karena mengharap pahala dari Allah dan mengharap simpanan di akhirat. Aturlah tanah ini sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi petunjuk kepadamu.

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bakh! Itulah harta yang benar-benar beruntung. Itulah harta yang benar-benar beruntung. Aku memang telah mendengar perkataanmu ini. Aku berpendapat, hendaknya engkau sedekahkan tanahmu ini untuk kerabat. Lalu Abu Thalhah membaginya untuk kerabatnya dan anak pamannya.” (HR. Bukhari, no. 1461 dan Muslim, no. 998). Bakh maknanya untuk menyatakan besarnya suatu perkara.

Masya Allah sungguh mulia dan terpuji nya sikap Nabi saw — beliau menerima sedekah itu kemudian menyerahkan kembali kepada Abu Thalhah untuk membaginya bersama kerabat… .. ??????????????

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Batu.

Lihat Daftar Rekening →